Terdakwa KPK Beli Hibah Sahat Tua DPRD Jatim 30%
pemeriksaan terdakwa Ilham Wahyudi dan Abdul Hamid

Terdakwa KPK Beli Hibah Sahat Tua DPRD Jatim 30%

Potretkota.com - Ilham Wahyudi alias Eeng terdakwa suap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), periode 2019-2023 mengaku, selama ini memberikan fee uang kepada Sahat Tua Simanjuntak sebesar 30% (persen).

Saat itu, Ilham Wahyudi dan saudaranya Abdul Hamid mantan Kepala Desa (Kades) Jelgung hanya mendapat jatah 5%. “Dari total 100 persen, saya berikan Khosim 25 persen, kami cuma dapat 5 persen,” ujarnya, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (18/4/2023).

Khosim pegawai Biro Adminitrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sudah meninggal awal tahun 2022 lalu. Karena itu, jatah hibah pokir Sahat Tua Simanjuntak diambil alih Ilham Wahyudi dan kakak iparnya Abdul Hamid. “Kita langsung hubungan sendiri dengan Pak Sahat,” tambahnya.

Dari 5 persen, Ilham Wahyudi mengklaim dapat bagian perpokmas Rp 1 juta. Uang itu digunakan sebagai operasional. Karena laporan pertanggungjawaban harus selesai, Ilham Wahyudi membuat nota palsu seolah-olah pekerjaan sudah 100 persen.

Sementara, Abdul Hamid mantan Kades (Klebun,red) Jelgung membenarkan pernyataan Ilham Wahyudi. Hibah yang turun dari Pemprov Jatim digunakan sebagian besar untuk membangun desa di Kecamatan Robatal, Sampang. “Makanya, proposal sama semua, copy paste saja,” urainya.

Pernyataan Ilham Wahyudi dan Abdul Hamid senada dengan Sahat Tua P. Simandjuntak. “Saya tidak pernah memaksa harus berapa persen,” ucapnya. BERITA TERKAIT: Harga Jual Beli Hibah Antar Anggota DPRD Jatim 10%

Untuk wilayah Sampang sendiri, dana hibah Pokir tahun 2020, yaitu Rp30 miliar, Sahat Tua P. Simandjuntak mendapat Rp 7,5 miliar. Tahun 2021, juga dialokasikan Rp30 miliar, Sahat Tua P. Simandjuntak mendapat Rp7.5 miliar. Tahun 2022, Rp80 miliar, Politisi Partai Golkar ini mendapat Rp20 miliar. Sedangkan tahun 2023, Rp50 miliar, tersangka Sahat Tua P. Simandjuntak mendapat Rp12.5 miliar. Tidak hanya itu, meski hibah 2024 belum keluar, Sahat Tua P. Simandjuntak meminta uang ijon Rp2.5 miliar kepada Abdul Hamid. (Hyu)

Bupati Bangkalan Didakwa Terima Uang Rp15,6 Miliar
Mensesneg Lepas Rombongan Pemudik 2023